Apa
yang pertama kali terlintas dipikiran kalian jika mendengar kata “Papua” ?
Orang berkulit hitam kasar yang membawa-bawa tombak dan panah, rambut keriting,
hanya memakai koteka, kepulauan Raja Ampat, Pemandangan alam yang tak
terkatakan.. bla bla bla.. Yeah, semua itu semua ada di Papua.
Papua
adalah salah satu pulau besar di Indonesia. Saya beruntung memiliki kesempatan ber-KKN
(Kuliah Kerja Nyata) di pulau yang terletak paling timur Indonesia ini. Lebih
spesifik adalah Yakati.
Yakati
adalah sebuah kampung kecil yang terletak di Kabupaten Teluk Bintuni, Distrik (Kecamatan)
Wamesa, Provinsi Papua Barat. Kampung Yakati adalah salah satu dari sekian
banyak kampung-kampung terpencil yang sangat jarang sekali dikunjungi, baik
pemerintah, masyarakat papua sendiri (yang bukan asli masyarakat Yakati),
apalagi orang-orang dari luar papua. Bahkan, mungkin kita tidak tahu ada sebuah
kampung di pelosok Papua sana yang bernama Yakati. Mengapa ? Alasannya, karena letaknya yang sangat jauh dari kota
dan “terpencil”, untuk sampai ke kampung ini akan memakan waktu yang lumayan
lama dan akses untuk menuju kampung ini hanya bisa ditempuh lewat jalur air
saja. Namun, jangan membayangkan kita bisa menggunakan kapal pesiar. Transportasi yang biasa digunakan adalah speedboat
(sekitar 2-3 jam), longboat (4-5
jam), dan kapal ketinting (8-12 jam). Ngebayanginnya aja pasti melelahkan yaa..
tapi, meski melewati daerah aliran
sungai, muara, dan rawa-rawa, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi
pemandangan yang bisa memanjakan mata.. rasa lelahpun terobati :)
Selain
itu, tidak setiap saat kita bisa melakukan perjalanan ke sana, sangat
tergantung pasang-surut air. Jika sedang pasang (biasanya air selalu pasang saat
pagi hari) baru bisa menuju ke sana karena jika air surut maka jalur yang
dilalui berubah menjadi dangkal dan berlumpur sehingga kapal tidak bisa lewat.
Dan tentu saja faktor yang tidak kalah penting adalah biaya. Biaya untuk ke
sana tidaklah murah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar