berfoto bareng Gayus dan Makon sebelum meninggalkan Kampung Yakati.. aakkkhhh, kakak kangenn kaliaannn..

Rabu, 23 Januari 2013

KKN-ku (Yakati-Bintuni, Papua Barat): Yakati, Papua…


Apa yang pertama kali terlintas dipikiran kalian jika mendengar kata “Papua” ? Orang berkulit hitam kasar yang membawa-bawa tombak dan panah, rambut keriting, hanya memakai koteka, kepulauan Raja Ampat, Pemandangan alam yang tak terkatakan.. bla bla bla.. Yeah, semua itu semua ada di Papua.
Papua adalah salah satu pulau besar di Indonesia. Saya beruntung memiliki kesempatan ber-KKN (Kuliah Kerja Nyata) di pulau yang terletak paling timur Indonesia ini. Lebih spesifik adalah Yakati.
Yakati adalah sebuah kampung kecil yang terletak di Kabupaten Teluk Bintuni, Distrik (Kecamatan) Wamesa, Provinsi Papua Barat. Kampung Yakati adalah salah satu dari sekian banyak kampung-kampung terpencil yang sangat jarang sekali dikunjungi, baik pemerintah, masyarakat papua sendiri (yang bukan asli masyarakat Yakati), apalagi orang-orang dari luar papua. Bahkan, mungkin kita tidak tahu ada sebuah kampung di pelosok Papua sana yang bernama Yakati. Mengapa ? Alasannya,  karena letaknya yang sangat jauh dari kota dan “terpencil”, untuk sampai ke kampung ini akan memakan waktu yang lumayan lama dan akses untuk menuju kampung ini hanya bisa ditempuh lewat jalur air saja. Namun, jangan membayangkan kita bisa menggunakan kapal pesiar. Transportasi yang biasa digunakan adalah speedboat (sekitar 2-3 jam), longboat (4-5 jam), dan kapal ketinting (8-12 jam). Ngebayanginnya aja pasti melelahkan yaa.. tapi,  meski melewati daerah aliran sungai, muara, dan rawa-rawa, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang bisa memanjakan mata.. rasa lelahpun terobati  :)
Selain itu, tidak setiap saat kita bisa melakukan perjalanan ke sana, sangat tergantung pasang-surut air. Jika sedang pasang (biasanya air selalu pasang saat pagi hari) baru bisa menuju ke sana karena jika air surut maka jalur yang dilalui berubah menjadi dangkal dan berlumpur sehingga kapal tidak bisa lewat. Dan tentu saja faktor yang tidak kalah penting adalah biaya. Biaya untuk ke sana tidaklah murah.





Tidak ada komentar: