berfoto bareng Gayus dan Makon sebelum meninggalkan Kampung Yakati.. aakkkhhh, kakak kangenn kaliaannn..

Rabu, 16 Januari 2013

" Langit Biru "

panaassss (pakek banget)...
yaahh, itulah Papua apalagi kalo siang hari, sauna lewat dehh.. haaa
nggak ada kipas angin, alhasil buku2 pun jadi korban tangan2 kreatif kami :)
es teh yang kalo di jogja pengen minum tinggal ngambil duit seribulimaratus bisa dapat segelas es teh, di sini boro2 !! Duit sejuta juga gak bakal nemuin tuh yang namanya es teh . Jadi hari2 sebulan lebih itu kami hanya bisa berkhayal "minum es teh" :D
 

umpatan "huwaaa PANASSS, GERAAAHHH..!!" sudah menjadi hal yang biasa saja..

tapi, meski sering ngeluh begitu kita tetep menikmati..
dan kalian mesti tw apa yang membuat aku betah disana meski panasnya membunuh gitu..
" Langitnya cantik banget, guys... warnanya biruuu.. bukan biru biasa, birunya biruu cantiikkk, cantiknya cantik bangett.. hahaaa "



Kalo pulang ngajar kan sekitar jam satuan, dan itu panasnya sedang jayaa.. obatnya "pandangi saja langit" pasti perasaan jadi tentram kembali, ademm..



akkhh, kangen memandangi langit biru Yakati :)

TAMLEHO !!

Apa lagi itu "Tamleho", Miiii ??
Tamleho itu bukan bahasa Papua lho, guys.. hehee
Tamleho ini nama "marga" keluarga sub-unit A (KKN-ku). fufufuu

kok bisa ?
Tamleho ini asal mulanya dari kata tabea.
Jadi ceritanya, waktu survey kampung salah seorang temen gw salah ngucapin kata tabea jadi tamleho. Awalnya itu hanya dijadikan bullyan tapi karena keseringan kita memutuskan untuk menjadikan itu sebagai marga kita. hahaa

mesti gitu  pakek marga2an ?
Jadi, di kampung Yakati (lokasi aku KKN dan sepertinya semua warga Papua pasti bermarga) setiap nama warganya pasti punya embel-embel marganya. Ada sekitar enam nama marga yang ada di Yakati ini, antara lain : Masumbao, Susumbokop, Wasiani, KambunanDiwan (dua lagi gw lupa.. heee)

Nah, tamleho ini sebagai bukti kekeluargaan kami pernah bersama membangun rumah tangga mahasiswa selama satu bulan lebih..


Semoga kita tetap menjadi keluarga sampai kapan pun, guys :)


salam pejuang Bintuni,

      Tamleho's fams




TABEA !!

Tabea adalah kata sapaan yang biasa diucapkan penduduk Papua jika bertemu dengan orang lain.

Tabea artinya shalom, salam sejahterah.

Tabea bisa juga diartinkan sebagai "selamat pagi, selamat siang, selamat malam atau "haii" (pokoknya sapaan deh :D).

Jadi, kalo kita ketemu siapa ajah di Papua, khususnya kampung Yakati, spontan kita ngucapin "tabeaa mama...", "tabeaa papaa..", "tabea kakaaa...". Hahaaa...

Tabeaaaa, guyss :)