Dari kejauhan terlihat masyarakat
Kampung Yakati telah berkumpul di jetty (dermaga kecil) untuk menyambut
kedatangan kami. Para Papa dan Mama yang tadinya sibuk dengan pekerjaan mereka
langsung menghentikan pekerjaan mereka sejenak demi menyambut kami. Kapal
ketinting yang kami naiki perlahan mendekati jetty. Sedikit khawatir karena
begitu tiba kami tidak diijinkan langsung naik ke atas jetty. Wah, ada apa ini
? Lumayan lama kami nongkrong di kapal dengan seribu tanya tanya di kepala. Sempat
terpikir, bagaimana jika kedatangan kami tidak disenangi kemudian mereka akan
mengusir kami dengan tombak dan panah. Ternyata, setiap orang yang baru pertama
kali datang ke kampung ini wajib mejalankan ritual terlebih dahulu. Bukan
ritual seperti yang sering kita lihat di media. Jadi, telapak kaki kami
digarisi tanda seperti bentuk salip dengan menggunakan tanah liat oleh Kepala
Suku kampung tersebut. Katanya ini ijin untuk memasuki Kampung. Begitu naik ke
jetty, kami langsung besalaman dengan para petua-petua kampung dan tak lupa tebar
senyuman kepada masyarakatnya. Heee..
Masih
terbayang dengan jelas dibenak saya wajah-wajah tanpa ekspresi mereka ketika
pertama kali melihat kami, datar, senyuman yang tersembunyi. Khawatir, takut,
grogi, bla bla bla.. segala macam perasaan berkecamuk, apalagi baru kali ini
saya berada diantara kerumunan orang-orang papua, kulit hitam kasar, rambut
keriting awut-awutan, badan kekar, anak-anak berwajah polos dengan baju lusuh
dan beringus. Mereka begitu dekat begitu nyata. Akh, ternyata ini bukan mimpi !
Tetapi
begitu melihat mereka berebutan membantu kami mengangkat barang-barang bawaan
kami, apalagi anak-anaknya, saya mulai merasa sedikit tenang dan memunculkan
pikiran “mereka nggak seperti yang kamu pikirkan kan, Mi.. positif thinking semua akan baik-baik saja”. Dan menjauhlah rasa
khawatir itu. Hal pertama yang membuat kita merasa nyaman ketika berkunjung ke
rumah orang lain adalah disambut dengan ramah dan hangat oleh sang pemilik
rumah. Yeah, sepertinya KKN ini akan menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar