berfoto bareng Gayus dan Makon sebelum meninggalkan Kampung Yakati.. aakkkhhh, kakak kangenn kaliaannn..

Rabu, 23 Januari 2013

Pastori, Rumah Kami…


Sebelum KKN saya sempat menonton beberapa film yang bercerita tentang kehidupan di Papua, dan yang paling menarik perhatian saya adalah Honai (rumah adat papua). Terbuat dari kayu dengan atap kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Unik . 
Honai

Di tengah-tengah bangunan itu ada ruang untuk api inggun sebagai pengganti lampu. Saya sudah ngebayangin seperti apa rasanya tinggal di tempat seperti ini, terutama jika malam hari. Bertemankan cahaya dan kehangatan api unggun. Namun, semua harapan itu sirnah. Hehee.. 


Kampung Yakati ini bisa dikatakan kampung yang sedikit lebih maju. Rumah-rumah disini bukan terbuat dari jerami ataupun ilalang, melainkan dari kayu dan bentuknya juga seperti rumah-rumah yang kita pada umumnya.
Pastori
Keluarga Tamleho
Pastori, yaaa itulah sebutan untuk tempat yang akan kami tinggali selama KKN kurang lebih 5 minggu kedepan. Pastori adalah rumah yang didirikan untuk ditempati khusus Pendeta, penatua dan pengurus gereja, ataupun masyarakat dari luar yang datang untuk menginjili di tempat tersebut. Namun, karena di kampung ini belum ada Pendeta dan tidak ada yang menempati pastori maka Tim KKN kamilah yang akan menempati. Di pastor ini ada 3 ruang (2 ruang kami jadikan kamar tidur, 1 ruang sebagai gudang untuk menaruh perlengkapan program KKN serta bahan-bahan makanan), 1 ruang makan sekaligus dapur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi, dan teras . Halaman belakang disulap menjadi dapur yang menggunakan kayu bakar, karena keterbatasan minyak tanah dan jarak yang sangat jauh dari kota, tentu saja dapur kayu ini sangat kami butuhkan. Heee..Di rumah inilah kami akan menghabiskan kebersamaan kami selama masa-masa KKN tanpa signal, televisi, radio, dan semua informasi di luar sana.
latihan paduan suara di depan pastori

kamar tidur di pastori

Tidak ada komentar: